Thursday, February 28, 2013

FESTIVAL BUDAYA LEMBAH BALIEM 2013 TELAH DITETAPKAN TANGGALNYA


Pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) tahun 2013 telah ditetapkan tanggal pelaksanaannya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Ratna Isbudiarti,SE dalam pertemuan internal antara Kepala Dinas dan Para Kepala Bidang di lingkungan dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya.
 Adapun tanggal penetapannya, sebagai berikut :
Pelaksanaan tanggal : 12-15 Agustus 2013
Tempat Pelaksanaan : di Wosilimo
Waktu : Pukul 10.00 WIT
 Susunan Acara Pelaksanaan akan ditentukan pada rapat Panitia yang akan dibentuk kemudian.

Demikian dan untuk menjadi informasi bagi mereka yang membutuhkan informasi ini.

Tuesday, July 17, 2012

WAMN Target Pengunjung Festival Budaya Lembah Baliem 2012




Wisatawan Asing Manca Negara merupakan salah satu  target pengunjung pada Festival Budaya Lembah Baliem 2012  yang akan dilaksanakan pada tanggal 08-11 Agustus 2012 mendatang.
Hal ini di ungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ny. Ratna Isbudiarti saat menerima kunjungan rombongan perwaiklan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreative, Ny. Merry.

Kunjungan rombongan perwakilan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreative ini sekaligus ingin melihat dari dekat persiapan panitia menjelang pelaksanaan Festival Budaya Lamebah Baliem tahun 2012 yang ke dua puluh tiga, dimana telah direncanakan akan dibuka secara langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreative, Ny. Mari Elka Pangestu.

Festival Budaya Lembah Baliem Wamena tahun 2012 kali ini akan lebih meriah karena di rencanakan akan ikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dari + 40 distrik, yang akan terlibat dalam penampilan atraksi perang-perangan, tari-tarian tradisional, lomba balapan anak babi, lomba permainan musik pikon, lomba sikoko, puradan, anyam-anyaman gelang (sekan) dan tas (noken) serta pameran pembangunan.
Jumlah wisatawan yang akan datang diperkirakan dari wisatawan asing mancanegara bisa mencapai 1000 an, sementara wisatawan domestik (nusantara) bisa lebih dari jumlah wisatawan asing tersebut dan untuk wisatawan lokal juga cukup mendominasi.
Atraksi FBLB 2012 ini juga telah di jadikan sebagai ajang hunting foto bagi para fotographer beraliran humanism dan natural.


Kehadiran Anda akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lembah Baliem Wamena. (naf)


Monday, October 24, 2011

Membantu Peningkatan Perekonomian Kreative, Dinas Pariwisata Mulai Berbenah

Penyerahan Bantuan Biaya Pembinaan Kelompok Pengrajin Anyaman dan Menyulan di Wamena
 


Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, mulai beraksi melakukan peninjauan sekaligus penyerahan dana bantuan Pembinaan Peningkatan Ekonomi Kreative kelompok pengrajin Anyaman dan Menyulam di Kabupaten Jayawijaya.
Natalia Asso, salah satu pengrajin Anyaman dan Menyulam, asal desa Assotipo distrik Assotipo Kabupaten Jayawijaya, telah menjalankan usaha anyaman dan menyulan khususnya penyulaman topi bermotif warna warni sejak dua tahun silam hingga kini mampu menghasilkan uang perbulannya sebesar tujuh ratus hingga sembilan ratus ribu perbulannya dari hasil penjualan sulamannya.

Keahlian menyulam telah di mulai sejak masih di bangku sekolah SMP dan dilanjutkannya hingga sekarang. Awalnya, Natalia hanya membuat anyaman topi berwarna-warni untuk keperluan dirinya saja, namun karena permintaan dari teman-teman serta nilai jual yang ditawarkan cukup menjanjikan, akhirnya dirinya memberanikan diri membuka usaha anyaman serta penyulaman topi dari benang berwarna-warni tersebut guna memenuhi permintaan teman-temannya.

Kesulitan yang dihadapinya saat ini adalah tenaga kerja yang dapat menolong membantunya guna memenuhi permintaan. Sebab, kadang-kadang permintaan banyak, namun yang bekerja hanyalah dirinya sendiri, sehingga permintaan banyak yang ditolak. Natalia sendiri mampu menyelesaikan satu buah topi dalam waktu tiga hingga empat hari.
 
Guna membantu kelancaran usaha kerajinan miliknya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Senin, 24 Oktober 2011, menyerahkan bantuan biaya pembinaan kepada Natalia Asso uang sebesar dua puluh juta rupiah. Uang bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Ratna Isbudiarti, SE.

Sunday, August 14, 2011

Taring Babi...Hiasan bukan sekedar hiasan

 
Tusuk hidung mungkin kelihatannya sepele, namun ini merupakan salah satu kebudayaan dari daerah Pegunungan Tengah Papua. Ciri-ciri Kebudayaan ini memiliki makna yang mendalam bagi para kaum laki-laki. Melubangi bagian tengah hidung biasanya dilakukan sebagai bagian dari kebudayaan yang menggambarkan kedewasaan seseorang. 

Cara melubanginya pun masih menggunakan alat yang sederhana, tanpa di lihat steril atau tidaknya alat yang dingunakan, yaitu hanya dengan sebatang kayu berdiameter 1 - 2 cm yang diruncingkan ujingnya dan ditusukkan pada septum (daging hidung yang memisahkan kedua lobang hidung). Kayu tersebut biasanya dibiarkan selama beberapa waktu hingga luka tersebut sembuh dan akan diperoleh lubang sebesar kayu itu. 

Sayang, budaya ini nampaknya mulai tergusur oleh kemajuan zaman sehingga saat ini jarang ditemukan kaum pemuda yang melakukan hal tersebut. 


Sumber : berbagai sumber dan wawancara
Penulis : Naftali F. Rumbiak (CPNS Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Jayawijaya)

Tuesday, July 26, 2011

Keindahan Alam Pesona Distrik Usilimo

Terletak di bawah kaki gunung, Distrik Usilimo menawarkan pesona alam indah nan hijau dengan objek wisata Goa. Tidak tanggung-tanggung, 2 objek wisata Goa yang terletak di distrik Usilimo diantaranya Goa Lokale dan Goa Sikepalki.

Lokasi Objek Wisata Goa Lokale adalah sebuah goa yang cukup panjang kedalamannya dan hingga kini belum diketahui dengan pasti kedalamannya. Panorama stalaktit dan stalagmit yang merupakan bentukkan  dari proses CaCo3 yang menjadi batu kapur dan membentuk corong yang menonjol ke arah lantai goa.

Ca(HCO3)2 yang merembes ke tanah menetes ke dasar goa dan terurai menjadi CaCO3, H2O dan CO2. Ca(HCO3)2 teruuuss menetes dan mengakibatkan penumpukan CaCO3 (CaCO3 mengendap). Nah, penumpukan CaCO3 inilah yang nantinya tumbuh sebagai stalagmit. Sedangkan stalagtit muncul karena Ca(HCO3)2 sudah terurai terlebih dahulu sebelum menetes ke dasar goa sehingga terjadi penumpukan CaCO3 di atap goa.

Stalagtit adalah batu kapur yang tumbuh dari bagian atas goa menuju ke dasar goa, sedangkan stalagmit tumbuh menjulang dari dasar goa ke atas.

Ca(HCO3)2 yang merembes ke tanah menetes ke dasar goa dan terurai menjadi CaCO3, H2O dan CO2. Ca(HCO3)2 teruuuss menetes dan mengakibatkan penumpukan CaCO3 (CaCO3 mengendap). Nah, penumpukan CaCO3 inilah yang nantinya tumbuh sebagai stalagmit. Sedangkan stalagtit muncul karena Ca(HCO3)2 sudah terurai terlebih dahulu sebelum menetes ke dasar goa sehingga terjadi penumpukan CaCO3 di atap goa.

Stalagtit dan stalagmit yang tumbuh di dalam goa umunya berwarna putih. Hal ini dikarenakan pengaruh atom Ca dalam CaCO3. Atom Ca yang tidak memiliki orbital d tidak memberikan warna yang khas / hanya putih saja.

Jalan  masuk menuju lokasi Goa Lokale di Usilimo di tumbuhi pepohonan Pinus yang tinggi dengan taman peristirahatan yang sudah di bangun oleh pemilik lokasi tersebut, sehingga tidak saja menawarkan panorama goa yang dapat di kunjungi tetapi juga tempat berekrasi bersama rekan-rekan sekaligus menjadi objek wisata peristirahatan.

Lokasi Wisata di tumbuhi pepohonan yang rimbun serta disediakan juga sekitar 12 pendopo kecil yang dapat di gunakan untuk bersantai bersama keluarga ataupun kerabat apalagi untuk bersantap siang bersama.Selain itu, disediakan pula lahan seluar 10x20m yang dapat digunakan untuk bermain games bersama-sama, khususnya jika Anda datang bersama anak-anak dan keluarga yang cukup besar.

Tempat ini juga dapat dijadikan sebagai lokasi objek pemotretan bagi mereka yang suka dengan pemotretan di alam ataupun lansecap.


Jarak lokasi Objek Wisata dari Jalan Raya sekitar  100m, yang dapat ditempuh dari jantung Kota Wamena menggunakan kendaraan roda dua maupun empat sekitar 20-30 menit. Kepuasan Anda, jaminan kami.

Anda tertarik, jadwalkan kunjungan Anda di Objek Wisata Goa Lokale Usilimo dan nikmati fasilitas lainnya.

Diposting oleh : Naftali F. Rumbiak
CPNS Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Jayawijaya
Juli 2011

Thursday, July 21, 2011

ALOUKA HUBI, Mumi Araboda di Wamena mulai di Ekspos

MUMI kepala suku di Lembah Baliem, suku di Wamena, Papua, berumur ratusan tahun diijinkan keluarga untuk disaksikan masyarakat luas. Hal ini pun menjadi daya tarik baru bagi para pelancong di Papua.

Di Kabupaten Jayawijaya sendiri sedikitnya ada dua mumi kepala suku yang sudah dijadikan objek benda bersejarah dan daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Yaitu mumi Winmontok Mabel di Desa Jiwika dan mumi Werapak Elosak di Desa Aikima.

Kini mumi kepala suku yang dapat disaksikan masyarakat luas bertambah menjadi tiga mumi. Karena bertembah dengan mumi Aloka Hubi di Desa Araboda, kampung Bauntagima Distrik Assologaima kabupaten Jayawijaya yang diperkirakan berumur tiga ratus lima puluh tahum.

Selama ini mumi ini dikeramatkan keluarga dan keturunannya serta tidak di ijinkan untuk di kunjungi dan dipamerkan kepada masyarakat umum.
 
Mumi tersebut diletakkan dalam bungkusan kawat khas lalu ditempatkan dekat dengan perapian guna menjaga kehangatan dan serangan hama tikus yang telah menggerogoti sebagian tubuh mumi tersebut.

Yahones Kurisi, salah satu anak cucu keturunan kepala suku Alouka Hubi dari suku Hubi-Kurisi dan Wantik-Wentete menyatakan bahwa berdasarkan kepercayaan mereka kepala suku perang Alouka Hubi rela mengorbankan dirinya saat wafat agar dikeringkan dan dijadikan mumi. Hal ini dilakukaannya untuk menyelamatkan suku yang berada di Lembah Baliem Wamena yang saat itu selalu digenangi air.
Sehingga melalui jasad yang telah dikeringkan tersebut, air Lembah Baliem pun menjadi kering dan dapat di tumbuhi tanaman serta pepohonan bagi oleh keturunannya. Hingga kini lembah baliem tidak lagi digenangi air.

Sementara itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya. Alpius Wetipo, menyambut baik diijinkannya mumi Alouka Hubi untuk didata sebagai benda bersejarah dan dijadikan objek wisata bagi pemerintah daerah. Dengan demikian mumi tersebut akan mendapatkan perhatian dan perawatan yang lebih baik sehingga tidak bertambah rusak kondisinya.
Kondisi mumi Alouka Hubi saat ini, kulit wajah dan badan masih utuh walaupun sebagian kaki dan pergelangan kaki sudah agar rusak dimakan rayap. Hal ini menjadi benda bersejarah masyarakat pegunungan yang pernah memiliki kepercayaan yang teguh pada masa itu, dengan menjadikan tubuh mereka menjadi mumi untuk menyelamatkan anak cucu mereka.

Ditulis oleh : Naftali F Rumbiak
CPNS : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Jayawijaya
Hp. 081332155639
Email : naftali_rumbiak@yahoo.com